SEKILAS INFO
  • 2 bulan yang lalu /
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di website resmi Forum Pecinta masjid Aceh
WAKTU :

Perbedaan Konsep Ilmu Tasawuf Syech Hamzah Fansuri dan Syech Nuruddin Ar Raniry

Terbit 18 Oktober 2020 | Oleh : admin | Kategori : Uncategorized
Perbedaan Konsep Ilmu Tasawuf Syech Hamzah Fansuri dan Syech Nuruddin Ar Raniry

Secara konsep ilmu tasawuf Nuruddin Arraniry dengan Hamzah Fansuri itu sangat berbeda, Nurudin Arraniry dengan konsep wahdatul suhud (kesaksian), sedangkan Hamzah Fansuri dengan Syamsudin Alsumatrani dengan konsep wahdatul wujud (penyatuan). Pergejolakan dua pemikiran di bidang tasawuf ini, hampir sempat membuat rakyat Aceh menjadi konflik yang berkepanjangan, dengan pertelongan Allah swt juga, permasalahan ini bisa ditangani oleh seorang ulama Aceh yang bernama Syeihk Abdulrauf Assingkili, dengan kemapanan ilmu Agamanya yang matang dan dengan kharismatik itu, yang memudahkan ia untuk memberi pemahaman dan mendekati masyarakat untuk menjelaskan pertikaian antara konsep wahdatul wujud yang dikembangkan oleh Hamzah Fansuri dan Alsumatrani, dan kosep wahdatul suhud yang di kembangkan oleh Nuruddin Arraniry, sehingga dapat meredamkan kekacauan bagi kalangan masyarakat di Aceh.

Kembali kita lihat mengapa setelah mennggal nya Iskandar Tsani kemudian syeikh Nuruddin Arraniry meninggal kan dearah Aceh, atas kejadian ini banyak referensi mengemukakan alasan yang berbeda, alasan yang pernama mengemukakan bahwa Seikh Nuruddin Arraniry meninggalkan Aceh oleh sebab ingin kembali ke kampung halamannya sebagai orang pribumi dan ingin mengembangkan ajaran Islam ke kampung halamannya. Alasan yang kedua mengatakan bahwa Syeikh Nuruddin Arraniry kalah debat dengan murid Hamzah Fansuri (Syariful) seorang tokoh yang berasal dari Malaya, perdebatan itu terjadi disebabkan oleh kesalah pahaman nya pemikiran Nuruddin Arraniry dengan Hamzah Fansuri. dan alasan yang ketiga mengatakan syeikh Nuruddin Arraniry meninggalkan Aceh kerena diusir oleh penduduk Aceh yang mayoritas nya sangat mendudukung pemikiran Hamzah Fansuri. walaupun banyak terjadi nya perbedaan yang mencolok, dan reaksi masyarakat Aceh terhadap Syeikh Nuruddin Arraniry itu ada, akan tetapi masyarakat Aceh juga mencintai Syeikh Nuruddin Arraniry, hal ini dibuktikan dengan mengabadikan sebuah nama syeikh Nuruddin Arraniry melalui perguruan tinggi yang berada di Aceh, perguruan tinggi ini dinamakan Intitut Agama Islam Ar-raniry (IAIN Ar-raniry). Perguruan tinggi ini juga telah menjadi jantung hati rakyat Aceh dengan mencetak generasi yang berkualitas yang dapat membawa daerah Aceh yang bermartabat dan berkompeten dalam berdampingan dengan daerah lain.

SebelumnyaFPM Akan Menggalang Dana untuk Pembebasan Tanah Wakaf Rumah Tahfid KQS Urwatul Wusqa Aceh SesudahnyaKajian Tastafi Malam ini di Kryiad Meuraya Hotel tentang Riba dan Syariah

Berita Lainnya

0 Komentar