SEKILAS INFO
  • 2 bulan yang lalu /
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di website resmi Forum Pecinta masjid Aceh
WAKTU :

ABU MUHAMMAD DAUD ZAMZAMI ULAMA KHARISMATIK ACEH.

Terbit 9 November 2020 | Oleh : admin | Kategori : Uncategorized
ABU MUHAMMAD DAUD ZAMZAMI ULAMA KHARISMATIK ACEH.

———————
ULAMA DAN TOKOH SENIOR DAYAH ACEH, JUGA ULAMA TUA ACEH YANG MASIH AKTIF MENGAWAL AGAMA

BELIAU BERASAL DARI KETURUNAN TEUNGKU DAN PENGAWAL AGAMA.
YANG NAMA LENGKAP BELIAU ADALAH TEUNGKU MUHAMMAD DAUD BIN TEUNGKU ZAMZAMI BIN TEUNGKU CUT DALAM.

berasal dari Lam Teungoh Aceh Besar. Sedangkan dari jalur ibunya, beliau juga memiliki darah teungku yaitu Teungku Mahyuddin kakeknya dari Ibunya Zainabah.

SEMENJAK KECIL TEUNGKU MUHAMMAD DAUD ZAMZAMI,
ATAU SERING DISEBUT DENGAN
“ABU DAUD ZAMZAMI.

ABU DAUD ZAMZAMI,
TELAH AKRAB DENGAN DUNIA PESANTREN ATAU DAYAH.
BELIAU BELAJAR LANGSUNG KEPADA AYAHNYA JUGA KEPADA KAKEK DARI PIHAK IBUNYA YANG MEMIMPIN DAYAH TERSEBUT.

ABU DAUD ZAMZAMI.
TEUNGKU MUHAMMAD DAUD ZAMZAMI. TERLAHIR DALAM KELUARGA YANG SUDAH AKRAB DENGAN DUNIA PESANTREN (DAYAH ), TELAH MENGANTAR BELIAU KEMBALI MENERUSKAN PERJUANGAN KELUARGANYA DALAM MENGAJARKAN AGAMA ISLAM KEPADA MASYARAKAT.

TEUNGKU MUHAMMAD DAUD ZAMZAMI LAHIR DI DESA BADA, LAMBARO KAPE, ACEH BESAR pada TAHUN 1935 DARI PASANGAN TEUNGKU ZAMZAMI BIN TEUNGKU CUT DAN
UMIMI BERNAMA : ZAINABAH.

AYAH DAUD ZAMZAMI, MENINGGAL KETIKA BELIAU MASIH KECIL, SEHINGGA IBUNYA LAH YANG MERAWAT DAN MEMBIMBING “ABU DAUD ZAMZAMI” DIMASA KECILNYA.

BELIAU ANAK TUNGGAL DALAM KELUARGA HINGGA MENYEBABKAN SELURUH PERHATIAN IBUNDA-NYA TERCURAH PENUH KEPADA “ABU DAUD.

PENGAJARAN DAN PERHATIAN DARI IBUNDA MERUPAKAN BAGIAN PENTING DARI PEMBENTUKAN KARAKTER
“ABU DAUD” SEHINGGA BELIAU TERKENAL MEMILIKI KARAKTER YANG RAMAH, SOPAN, SANTUN DAN BERHATI LEMBUT.

Ketika usianya menginjak umur 7 tahun, ABU DAUD mulai menempuh pendidikan formal pertamanya.
BELIAU MASUK KE SEKOLAH RAKYAT PADA TAHUN 1942 DAN BELAJAR DI SEKOLAH ITU SELAMA TIGA TAHUN BERIKUTNYA DI “LAM TEUNGOH.

KECENDERUNGAN” ABU DAUD ZAMZAMI” KEPADA PELAJARAN AGAMA TELAH NAMPAK SEMENJAK KECIL.

Setelah menguasai dasar-dasar keilmuan yang dipelajari dari orang tuanya, ABU DAUD ZAMZAMI.
dalam usia sekitar 13 tahun mulai belajar pada ulama besar Aceh Abu Haji Muhammad Hasan Krueng Kalee di Dayah beliau
Lam Seunong Aceh Besar.

Kepada Syekh Hasan Kruengkalee beliau mempelajari berbagai cabang keilmuan Islam seperti fikih, ushul fikih, tauhid, tasauf dan ilmu-ilmu lainnya.

Sekitar empat tahun beliau memperdalam keilmuannya kepada ulama kharismatik tersebut tentu telah memiliki perbekalan yang memadai untuk melanjutkan pengajian beliau secara mendalam kepada Abuya Syekh Muda Waly di Darussalam Labuhan Haji pada tahun 1953.

DIANTARA TEMAN SEGENERASI BELIAU ADALAH ULAMA KHARISMATIK ACEH YAITU :
ABU TU MUHAMMAD AMIN, (BB)
ABU BAKAR SABIL MEULABOH,
ABU HANAFI MATANG-KEH.
dan ulama lainnya.

ADAPUN “ABU TANOH MIRAH” DAN “ABON SAMALANGA” LEBIH SENIOR DARI MEREKA SATU ATAU DUA TINGKAT.

NAMUN MEREKA SEMUA DAPAT MENGIKUTI KELAS KHUSUS BERSAMA “ABUYA MUDA WALY” DALAM KELAS BUSTANUL MUHAQQIQIN, YANG MASYHUR ITU. DAN SEMUA YANG MASUK DALAM KELAS MUHAQQIQIN JADI ULAMA KHARISMATIK.
(muhaqqiqin kelas tertinggi).

Dengan segenap kesungguhan Abu Daud Zamzami belajar, sehingga mengantarkan beliau menjadi seorang ulama.
Abu Daud Zamzami pada tahun 1960 meminta izin kepada Abuya Syekh Muda Waly untuk pulang kampung.

Sesampai kembali di kampung halaman, setelah belajar beberapa tahun di Dayah Darussalam Labuhan Haji, beliau mengabdikan ilmunya di Dayah Ulee Titi yang saat itu dipimpin Abu Ishaq al-Amiry Ulee Titi ayahnya Abu Athaillah Ishaq Ulee Titi yang merupakan menantu Abu Daud Zamzami.

Sekitar dua tahun Abu Daud Zamzami mengabdikan ilmunya di Dayah Ulee Titi, pada tahun 1963, beliau mulai menghidupkan kembali dayah kakeknya Riyadhus Shalihin Desa Ateuk Anggok Kuta Baro Aceh Besar.

Karena sebelum beliau membangun dayahnya Riyadhus Shalihin, ditempat yang sama dulunya Teungku Mahyuddin dan Teungku Daud Rabeu pernah memimpin pesantren tersebut beberapa tahun hingga keduanya wafat.

Setelah beberapa tahun mengabdikan diri sebagai teungku dayah, dalam sebuah pertemuan yang dipimpin
“ABU ABDULLAH UJONG RIMBA”
pada tahun 1965 yang membahas tentang komunis ketika itu. Pertemuan tahun 65 tersebut merupakan cikal bakal berdirinya MUI Aceh yang pada waktu itu namanya MUA Singkatan dari (Majelis Ulama Aceh) yang Ketuanya adalah Teungku Haji Abdullah Ujong Rimba sampai beliau wafat.

Semenjak berdiri MUA tahun 1965 bahkan ketika berubah nama menjadi MUI Aceh dan selanjutnya MPU Aceh, Abu Daud Zamzami terlibat secara aktif sebagai ulama perwakilan Aceh Besar yang kemudian beliau menjadi salah satu wakil MPU Aceh. Abu Daud Zamzami mengetahui persis sejarah MPU Aceh dan setiap rumusan fatwa-fatwa MPU Aceh.

Selain ulama yang aktif di MPU Aceh, Abu Daud Zamzami juga merintis organisasi persatuan dayah Aceh atau dikenal dengan Inshafuddin, terhitung dari tahun 1968 sampai 2004 beliau menjadi tokoh Inshafuddin dan memimpin organisasi tersebut.

Sebagai seorang yang matang dalam percaturan Dayah, Abu Daud Zamzami juga aktif di beberapa organisasi Ahlussunnah Waljama’ah seperti PERTI bahkan beliau pernah menjadi ketua PERTI sebelum Tgk H Mohd Faisal Amin, dan beliau pernah menjadi anggota dewan beberapa periode.

Kini, Abu Daud Zamzami sedang menyempurnakan pengabdian beliau di MPU Aceh. Dalam usia 85 tahun beliau masih terlihat enerjik dan gagah untuk usianya. Ingatan beliau masih kuat, namun fisik beliau tentu tidak sekuat dahulu. Karena beliau lahir di tahun 1935 seangkatan dengan Abu Tumin Blang Blahdeh.

Tentu telah banyak upaya positif yang beliau lakukan dalam berbagai sektor agama di Aceh. Banyak kebijakan strategis yang lahir dari pemikiran-pemikiran jernihnya.

BELIAU DENGAN SEGUDANG KIPRAH-NYA TENTU TIDAK BISA DIANGGAP SEPELE.
TELAH DIPERSEMBAHKAN TENAGA, USAHA DAN BAHKAN USIA-NYA UNTUK MENGAWAL PEMAHAMAN AGAMA DI ACEH.

SEMOGA ABU DAUD ZAMZAMI SENANTIASA DALAM KEBERKAHAN.
Aamiiin

SebelumnyaKajian Tastafi Malam ini di Kryiad Meuraya Hotel tentang Riba dan Syariah SesudahnyaTim IKAT Aceh Roadshow Subuh Tahsin dari Masjid ke Masjid

Berita Lainnya

0 Komentar