SEKILAS INFO
  • 2 bulan yang lalu /
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di website resmi Forum Pecinta masjid Aceh
WAKTU :

Ust.Fahmi Sofyan memberikan Ceramah tentang Kisah Raja Dzulkarnain pada Safari Subuh Arafah

Terbit 21 Maret 2021 | Oleh : admin | Kategori : Uncategorized
Ust.Fahmi Sofyan memberikan Ceramah tentang Kisah Raja Dzulkarnain pada Safari Subuh Arafah

BANDA ACEH,Safari Subuh Arafah yang digerakan oleh Ust Zul Arafah setiap Minggu subuh dari mesjid kemesjid di Banda Aceh dan sekitarnya sangat antusias diikuti oleh warga Banda Aceh dan sekitarnya,setiap minggu hampir semua mesjid yang dilakasanakan safari subuh arafah jamaah mesjidnya penuh seperti jamah jumat,luar biasa apabila setiap subuh semua mesjid penuh dengan jamaah subuh.Subuh Minggu tadi 21/3/21 jamaah subuh arafah di mesjid Besar Pahlawan dengan penceramah Ust.Fahmi Sofyan,SS,MA.
Dalam kesempatan tadi Ust.fahmi menyampaikan materi ceramah tentang kisah Dzulkarnain. Siapakah Zulkarnain itu? Apakah ia seorang nabi? Pertanyaan tersebut kerap terlontar ketika seseorang membaca kisahnya yang termaktub dalam Alquran, tepatnya dalam surah al-Kahfi.
Cukup banyak perbedaan pendapat di kalangan penafsir dan sejarawan terkait dengan sosok Dzulkarnain. Serta spekulasi, di antara tokoh-tokoh besar Islam, siapa yang cocok untuk menjadi pribadi Dzulkarnain.
Selain itu, cukup banyak pula riwayat yang menyebutkan Zulkarnain bukanlah seorang nabi, melainkan hamba yang saleh. Seperti Imam Baqir pernah berkata, “Zulkarnain bukan seorang nabi, melainkan hanya hamba yang saleh dan dicintai Allah SWT.”
Sejarah dan nasib Zulkarnain telah diriwayatkan dalam Alquran. Kisahnya bersangkut paut dengan bangsa Ya’juj dan Ma’juj. Bangsa yang dipercaya akan turun ke bumi ketika hari kiamat untuk melawan Nabi Isa di Bukit Thursina.
Alquran telah menguraikan cukup detail perihal sifat-sifat utama Zulkarnain. Yakni pribadi bertauhid dan bertakwa, serta menjunjung tinggi nilai-nilai belas kasih dan keadilan.
Hal ini tergambar ketika Zulkarnain melakukan sebuah ekspedisi. Seperti diterangkan Alquran, ia mempunyai tiga ekspedisi penting, yakni ke bumi belahan barat, timur, hingga akhirnya ke daerah-daerah yang terdapat barisan pegunungan. Ia senantiasa berhadapan dengan berbagai kaum pada setiap ekspedisi.
Terkait ekspedisi ini, sebagian ahli tafsir percaya Zulkarnain pergi dari arah timur menuju utara. Hingga akhirnya ia sampai di sebuah gunung yang berapitan, yang menjadi penghalang antara Ya’juj dan Ma’juj dengan manusia.
Di hadapan kedua gunung itu, dia menemukan suatu kaum yang hampir tidak mengerti dan memahami percakapan. Namun, Allah SWT memberi hidayah kepada Zulkarnain, sehingga bahasa kaum yang asing itu dapat dimengerti olehnya.
Kemudian, kaum itu pun mengeluh dan mengadu kepada Zulkarnain tentang kejahatan Ya’juj dan Ma’juj. Kaum itu berkata, “Sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi. Maka, dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran (upah) kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” (QS al-Kahfi: 94)
Zulkarnain pun mengabulkan permintaan mereka, tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Ia bangun sebuah benteng yang terbuat dari besi dan tembaga agar bangsa Ya’juj dan Ma’juj tidak dapat menerobos ke dalam permukiman kaum tersebut. Seperti dia berkata, maka mereka (Ya’juj dan Ma’juj) tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melubanginya. (QS al-Kahfi: 96)
Kisah tersebut menjadi refleksi betapa Zulkarnain adalah seorang Mukmin yang bertauhid, penyayang, dan tidak menyimpang dari jalan keadilan. Sifat-sifat tersebut membuatnya mendapat perhatian khusus dari Allah SWT. Sebab, sosoknya adalah sahabat bagi para budiman dan pembuat kebajikan, namun musuh bagi para perusak dan budak kejahatan.
Kebesaran Zulkarnain tersebut juga telah dikenal sebagian kalangan sebelum Alquran diturunkan ke bumi. Oleh karena itu, kaum Quraisy atau Yahudi pernah menanyakan hal tersebut kepada Nabi Muhammad SAW. 
Sebagaimana Allah SWT telah berfirman, “Mereka menanyakan kepadamu tentang Zulkarnain.” (QS al-Kahfi [18]: 83). Kendati sifat-sifatnya diuraikan, namun Alquran memang tidak menyebutkan atau menjelaskan secara terperinci perihal siapa sebenarnya Zulkarnain atau ke mana saja dia menjelajah.
terdapat tujuan tersendiri mengapa Allah SWT meriwayatkan kisah Zulkarnain dalam Alquran. Salah satunya adalah sebagai contoh dan pelajaran kepada seluruh manusia di bumi. Yakni agar mereka tidak congkak dan angkuh ketika memiliki kekuasaan yang besar di tangannya.
Terlebih lagi, dengan kekusaannya tersebut, ia menyepelekan dan mendustakan Allah SWT. Kisah seperti Zulkarnain telah difirmankan oleh Allah SWT, “Sesungguhnya kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal.” (QS Yusuf: 111). “Begitulah kira-kira sekilas resume ceramah Ust.Fahmi tadi subuh yang disimpulkan oleh salah seorang jamaah tetap safari subuh arafah kepada media fpm Aceh”

SebelumnyaBegini kronologis terbakarnya 2 Bus Sempati Star di Terminal Peunyerat Banda Aceh SesudahnyaTausiyah Ust.Mursalin Basyah,Lc,MA pada safari Subuh BBC di Mesjid Al A'la Cot Mesjid

Berita Lainnya

0 Komentar